10/07/2010
Two Choices
He was a unique manager because he had several waiters who had followed him around from restaurant to restaurant. The reason the waiters followed Jerry was because of his attitude. He was a natural motivator. If an employee was having a bad day, Jerry was there telling the employee how to look on the positive side of the situation.
Seeing his style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him, “I don’t get it! You can’t be a positive person all the time. How do you do it?”
Jerry replied, “Each morning I wake up and say to myself, Jerry, you have two choices today. You can choose to be in a good mood or you can choose to be in a bad mood. Each time something bad happens, I can choose to be a victim or I can choose to learn from it. Every time someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life. I choose the positive side of life.”
“Yeah right, it’s not that easy,” I protested.
“Yes it is,” Jerry replied. “Life is all about choices. When you cut away all the junk, every situation is a choice. You can choose to react to situations. You choose how people will affect your mood. You choose to be in a good mood or bad mood. The bottom line is it’s your choice how you live life.”
I reflected on what Jerry said. Soon thereafter, I left the restaurant industry to start my own business. We lost touch, but I often thought about him when I made a choice about life instead of reacting to it.
Several years later I heard that Jerry had done something you are never supposed to do in the restaurant business—he left the back door open one morning and was held up at gunpoint by three armed robbers. While trying to open the safe, his hand, shaking from nervousness, slipped off the combination. The robbers panicked and shot him. Luckily, Jerry was found relatively quickly and rushed to the local trauma center. After eighteen hours of surgery and weeks of intensive care, Jerry was released from the hospital with fragments of the bullets still in his body.
I saw Jerry six months after the accident. When I asked him how he was, he replied, “If I were any better, I’d be twins. Wanna see my scars?” I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery tool place?
Jerry responded, “The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door. Then, as I lay on the floor, I remembered that I had two choices—I could choose to live, or I could choose to die. I chose to live.”
“Weren’t you scared? Did you lose consciousness?” I asked.
Jerry continued, “The paramedics were great. They kept telling I was going to be fine. But when they wheeled me into the emergency room and I saw the faces of the doctors and nurses, I got really scared. In their eyes I read, He’s a dead man. I knew I had to take action.”
"What did you do?” I then asked.
“Well there was a big, burly nurse shouting questions at me,” said Jerry. “She asked if I was allergic to anything. Yes!” I replied. The doctors and nurses paused as they waited for my reply. I took a deep breath and yelled, “Bullets” Over their laughter, I told them, “I am choosing to live. Operate on me as if I am alive, not dead.”
Jerry lived, thanks to the skills of his doctors, but also because of his amazing attitude. I learned from him that every day we have the choice to live fully. Attitude, after all, is everything.
Virus, fungus new suspects in bee disease
Researchers have a pair of new suspects in the mysterious collapse of honey bee colonies across America.
The widespread damage to the bees has caused concern because the insects are needed to pollinate scores of crops.
Researchers say samples collected from hives affected by the syndrome indicated the presence of a virus as well as a fungus. The two pathogens were not found in bee colonies not affected by the syndrome, called colony collapse disorder, the researchers reported in Wednesday's edition of the journal PLoS ONE.
"We truly don't know if these two pathogens cause CCD or whether the colonies with CCD are more likely to succumb to these two pathogens," Jerry J. Bromenshenk of the University of Montana said in a statement.
Previous studies have looked at the possibility of multiple viruses found in the bee colonies as well as the potential harm from pesticides, but researchers have yet to pin down an exact cause.
The new study said the suspect virus is insect iridescent virus, which is similar to a virus first reported in India 20 years ago, as well as a virus found in moths.
They said it affects the abdomens of bees, and the tissues may take on a bluish-green or purplish hue. The fungus is called Nosema ceranae, and this can sicken bees if they ingest the spores.
Robert Cramer, a pathologist at Montana State University in Bozeman said, "There seems to be a correlation between the presence of these two pathogens together. We envision the bee gets an infection from one or the other, and this causes the bees to become stressed, which then allows the second infection to come in and more effectively cause disease."
The analysis of the bees was done at the Army's Edgewood Chemical Biological Center at Aberdeen Proving Grounds in Maryland.
Jakarta seperti 19.00 wib

CUACA EKSTREM, Langit Jakarta gelap gulita pada pukul 15.00 WIB kemarin. Awan hitam menyelimuti hampir seluruh kawasan sebelum hujan lebat yang mengguyur ibu kota.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Traffic Management Centre (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya,kemacetan akibat genangan air terjadi di Jalan Gatot Subroto, Jalan Raya Arteri Pondok Indah, Jalan Raya Antasari, Jalan WR Supratman,dan sejumlah jalan utama lainnya.Bahkan,hingga tadi malam arus lalu lintas di arteri Gatot Subroto yang menuju arah Grogol masih mengalami kemacetan. Kepadatan dipicu adanya genangan air yang cukup dalam di depan Mal Citraland.
10/05/2010
Social Network
Film yang dibintangi pendatang baru Jesse Eisenberg dan bintan pop Justin Timberlake diputar hanya di 2.800 gedung bioskop AS dan Kanada dengan pemasukan rata-rata sekira 8.300 dolar, angka solid dibanding rival-rivalnya.
"The Social Network" bercerita tentang pendirian situs pertemanan sosial populer. "Ini merupakan awal yang sangat bagus untuk sebuah film," papar Rory Bruer, presiden distribusi seluruh dunia bagi studio film tadi, Columbia Pictures.
Film garapan sutradara David Fincher itu memang telah mendapat banyak pujian dari para pengamat, dengan mencatat rating positif 97 persen.
Urutan kedua box office itu dihuni Legend of the Guardians, drama animasi burung hantu, menerima penghasilan 10,3 juta dolar, disusul Wall Street: Money Never Sleeps pada urutan ketiga.
Sekuel arahan sutradara Oliver Stone dari hitnya tahun 1987 berjudul Wall Street kembali dibintangi Michael Douglas dengan peran sebagai hiu investasi Gordon Gekko, yang termashur dengan ucapan "keserahanan itu bagus." Film yang juga didukung Josh Brolin dan Shia LaBeouf itu menerima pemasukan dari penjualan tiket sebesar 10 juta dolar.
Pada urutan keempat adalah film Ben Affleck bertajuk The Town. Film ini tentang perampokan bank di kota kelahirannya di Boston. Film ini juga menerima 10 juta dolar.
Komedi remaja Easy A tentang siswi SMU yang berbohong soal kehilangan kegadisannya untuk menaikkan gengsi sosialnya, menempati posisi kelima dengan 7,0 juta dolar.
"You Again", komedi keluarga yang dibintangi Jamie Lee Curtis dan Sigourney Weaver, menempati urutan keenam dengan pemasukan 5,55 juta dolar.
Film-film baru seperti Case 39 dan Let Me In menempati posisi ketujuh dan delapan; Case 39 dibintangi Renee Zellwegger dan Let Me In merupakan remake film Swedia memperoleh penghasilan 5,30 juta dolar.
Urutan ke-9 dihuni Devil, thriller M. Night Shyamalan tentang setan yang menjebak para korban di gedung pencakar langit Philadelphia. Fim ini menerima penghasilan 3,67 juta dolar.
"Alpha and Omega," film animasi mengenai seperempat juta dolar dari hasil penjualan tiket selama akhir pekan.Perburuan Alien di Luar Atmosfer
Meski begitu, alien tetap menjadi perhatian istimewa para ilmuwan. Mereka bahkan mempersiapkan perburuan alien di luar atmosfer bumi. Beberapa perangkat terbaik diciptakan serta diperbaiki.Semua demi kesuksesan perburuan alien. Namun,kali ini ilmuwan tidak mau memburu makhluk ruang angkasa itu di atas permukaan bumi. Ilmuwan berniat menembus atmosfer untuk kemudian mencari keberadaan alien di antara kumpulan galaksi.
Sekelompok ilmuwan asal Inggris mulai berkoordinasi dengan Badan Antariksa Eropa (ESA). Pekan ini, mereka bakal meluncurkan sebuah balon yang mengangkut pendeteksi bakteri serta mikroorganisme lain. Misi balon pengangkut senilai 60.000 poundsterling itu merupakan hasil kerja sama para ilmuwan dengan perusahaan elektronik Alpha Micro. Rencananya, balon akan diterbangkan hingga setinggi 21 mil di atas lingkar Artik,Kutub Utara.
Perangkat pada balon ditugasi untuk mengumpulkan berbagai mikroorganisme yang nantinya dikirim ke bumi. Ilmuwan percaya ada beberapa spesies yang sanggup bertahan hidup pada radiasi level tinggi, suhu dingin ekstrem serta ruang hampa udara. Kalau benar-benar ditemukan, organisme misterius ini akan menjadi kajian baru dalam ilmu pengetahuan. Dugaan ilmuwan, organisme ini membonceng di atas asteroid atau komet supaya sampai di galaksi tertentu.
Bila dugaan ternyata benar dan terbukti, maka akan ada beberapa teori semesta yang harus diperbaiki. Salah satunya, semua kehidupan di bumi dibawa dari suatu tempat pada galaksi tertentu.Ilmuwan berharap, mereka dapat menemukan jawaban atas beberapa hal yang belum terungkap, termasuk tipe-tipe bakteri yang tersembur ke luar atmosfer. Bakteribakteri ini, menurut ilmuwan, terbang keluar bumi akibat letusan gunung berapi.
Clara Juanes-Vallejo,ketua tim peneliti dari Cranfield University sempat memaparkan keterkaitan antara teori tentang asal kehidupan di bumi serta proyek perburuan alien ini.“Kami ingin tahu,apakah benar suatu kehidupan pada galaksi-galaksi bisa bertahan lama,”katanya. Dijelaskan Juanes-Vallejo,kondisi lingkungan di stratosfer sangat ekstrem. Suhu udara bisa merosot tajam hingga -90 derajat Celsius.
Kondisi ini, seperti diterangkan Juanes-Vallejo, nyaris mendekati situasi pada ruang hampa udara.Di samping itu, ada pula radiasi merugikan yang memiliki perbedaan proteksi dengan yang manusia peroleh dari atmosfer.“Kalau ada kehidupan yang bisa bertahan pada lingkungan ekstrem seperti itu, pastinya itu (bentuk kehidupan) bisa bertahan hidup di Mars atau asteroid,”sahutnya.
Google Luncurkan Kompetisi Pendaratan di Bulan
KEINGINTAHUAN manusia terhadap alam semesta yang ditinggalinya memang tak pernah terbatas. Google tampaknya memahami rasa ingin tahu itu. Situs pencari terkemuka sedunia ini lantas memprakarsai kompetisi membuat kendaraan yang bisa mendarat di Bulan. Kompetisi itu mengizinkan siapa pun untuk mendesain pesawat luar angkasa. Tidak ada ketentuan mengenai bentuk atau warna pesawat.
Maka tidak aneh kalau peserta membuat pesawat luar angkasa dengan bentuk aneh dan terkesan nyentrik. Ada pesawat yang bentuknya seperti bola dengan enam kaki layaknya cangkang kepiting. Tampak pula hasil desain yang lebih mirip kereta api ketimbang pesawat luar angkasa. Astrobotic, pesawat luar angkasa buatan wakil dari Inggris,siap menunjukkan kemampuan di depan juri. Bentuk pesawat beroda empat dan berwarna perak itu menyerupai rambu di tepi jalan.
Pengelola keuangan dari Inggris sekaligus penghimpun dana Astrobotic, Julian Ranger, mengaku telah mempersiapkan anggaran USD50 juta supaya pesawatnya bisa mendarat di Bulan. “Kami akan menjadikan bulan sebagai target operasi-operasi komersial,” paparnya. Maksud Ranger, kalau Astrobotic bisa mencapai bulan, sebagian rencana bisnis mereka akan difokuskan terhadap Bulan.
Entah apa bentuk rencana bisnisnya, yang penting berkaitan dengan Bulan. Sementara peserta dari Amerika Serikat (AS) menciptakan pesawat Jurban. Bentuk pesawat itu seperti cacing.Menurut tim pembuatnya, Jurban didesain dengan bentuk semacam itu supaya bisa menjelajah kawah Bulan. “Bersama ini, kami juga ingin menjawab keraguan bahwa misi Apollo benar-benar berhasil,” sahutnya.
Demi bisa menyentuh permukaan bulan,Astrobotic ikut dilengkapi dengan roket Falcon 9 SpaceX. Biayanya berkisar USD100 juta.“Kami coba bernegosiasi dengan beberapa penyandang dana,”paparnya. Semua peserta berkreasi dan bersaing demi memetik hadiah uang senilai 20 juta poundsterling. Ini barangkali alasan kenapa kompetisi menjadi ramai peserta. Hadiahnya menggiurkan.
10/03/2010
Jelang Indonseia vs Uruguay 10/8/2010
Mereka yang akan menambah kekuatan Indonesia adalah Jhonny Rudolf van Beukering dan Sergio Van Dijk yang berposisi sebagai striker, serta Rafael Guillermo Eduardo Maitimo dan Jeffry de Vischer di posisi gelandang.
Keempatnya adalah pemain temuan Ketua Badan Tim Nasiona (BTN) Iman Arif saat mengunjungi Belanda beberapa waktu lalu. Mereka dipilih langsung oleh pelatih Alfred Riedl dari 51 nama yang direkomendasikan oleh Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB).
"Kami memninta izin kepada KNVB untuk memakai pemain keturunan Indonesia itu untuk laga friendly sebagai bintang tamu," tutur Iman dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Kamis (30/9/2010) sore WIB.
"Nanti PSSI juga akan langsung mengirim surat resmi ke KNVB sebagai bukti bahwa kami meminjam mereka sebagai bintang tamu," timpal Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
Lalu apakah ide memakai keempatnya sebagai bintang tamu itu bertentangan dengan aturan FIFA soal kewarganegaraan pemain?
"Karena ini sifatnya laga persahabatan maka aturan FIFA pada pasal 5 soal kewarganeraan pemain bisa diabaikan. Itu hanya berlaku untuk laga-laga resmi internasional," tukas Nugraha.
Ketiga pemain keturunan, kecuali Van Dijk, direncanakan akan bermain saat timnas menjajal Uruguay 8 Oktober nanti dan Maladewa empat hari kemudian. Mereka dijadwalkan datang tanggal 3 Oktober dan langsung mengikuti pelatnas.
Sementara peluang Van Dijk untuk bermain melawan Uruguay masih belum pasti, karena si pemain dikabarkan tengah menjalani trial dengan salah satu klub Inggris di Thailand pekan depan. Jika tidak jadi maka Van Dijk bisa diharapkan bisa bermain melawan Diego Forlan cs.
Popular Posts
-
1. Song Hye Gyo Mm... siapa sih yang nggak bilang kalo artis satu ini jelek? Cantik lah pasti.... lha wong Akang Min-ho (Lee Min Ho) aja nak...
-
Brad Pitt Dan Angelina Jolie - Membelanjakan US$ 122,9 Juta Di tahun 2007 pasangan ini dikabarkan membeli sebuah yatch baru dengan harga US$...
-
Dunia tenis wanita memiliki daya tarik sendiri. Selain mengukir prestasi dunia, para petenis wanita juga banyak yang bertubuh sexy. Ini dia ...